Tes Kemampuan Akademik (TKA) SD 2026 menjadi salah satu asesmen yang perlu dipahami oleh murid kelas VI, orang tua, dan guru. TKA dirancang untuk memperoleh gambaran capaian akademik murid melalui penilaian yang terstandar.
Berbeda dengan anggapan bahwa TKA merupakan pengganti Ujian Nasional, TKA memiliki fungsi yang berbeda. TKA merupakan asesmen terstandar yang melengkapi sistem penilaian yang sudah ada dan tidak menentukan kelulusan murid dari satuan pendidikan.
1. Apa Itu TKA dan Apa Dasar Hukumnya?
TKA adalah Tes Kemampuan Akademik, yaitu kegiatan pengukuran capaian akademik murid pada mata pelajaran tertentu. TKA dirancang untuk menyediakan informasi capaian akademik individu yang terstandar.
| Asesmen | Fungsi utama |
|---|---|
| TKA | Mengukur capaian akademik individu secara terstandar. |
| AN | Mengevaluasi sistem pendidikan. |
| UN | Sistem ujian nasional yang sebelumnya digunakan sebagai bagian dari evaluasi akhir jenjang. |
TKA tidak menentukan kelulusan. Kelulusan murid tetap ditentukan oleh satuan pendidikan berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Beberapa regulasi yang menjadi dasar penyelenggaraan TKA antara lain:
- Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
- Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
- Peraturan Presiden Nomor 188 Tahun 2024 tentang Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
- Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025 tentang Tes Kemampuan Akademik.
- Kepmendikdasmen Nomor 95/M/2025 tentang Pedoman Penyelenggaraan TKA.
- Peraturan Kepala BSKAP Nomor 47 Tahun 2025 tentang Kerangka Asesmen TKA SD/MI dan SMP/MTs.
2. Kenapa Ada TKA Lagi, Padahal Ujian Nasional Sudah Dihapus?
Pertanyaan ini sering muncul: “Bukankah Ujian Nasional sudah dihapus? Mengapa sekarang ada TKA?”
Jawabannya adalah TKA bukan Ujian Nasional yang dihidupkan kembali. UN dan TKA mempunyai tujuan serta karakteristik yang berbeda.
UN merupakan ujian yang sebelumnya wajib diikuti pada akhir jenjang, sedangkan TKA merupakan asesmen terstandar untuk mengukur capaian akademik pada mata pelajaran tertentu. TKA juga tidak menjadi penentu kelulusan.
AN juga memiliki fungsi berbeda. AN digunakan untuk mengevaluasi sistem pendidikan, sedangkan TKA memberikan informasi mengenai capaian akademik individu.
Salah satu alasan keberadaan TKA adalah kebutuhan terhadap hasil capaian akademik individu yang lebih terstandar. Nilai rapor merupakan hasil penilaian satuan pendidikan, sedangkan TKA dapat memberikan informasi tambahan yang dihasilkan melalui instrumen terstandar.
3. Siapa yang Mengikuti TKA SD 2026?
Untuk jenjang SD/MI/sederajat, TKA diperuntukkan bagi murid kelas VI sesuai ketentuan peserta yang ditetapkan pemerintah.
Hal penting yang perlu diketahui orang tua adalah:
TKA tidak menjadi syarat kelulusan dari SD.
Hasil TKA dapat digunakan sebagai salah satu informasi atau pertimbangan dalam kebutuhan seleksi akademik tertentu sesuai ketentuan yang berlaku.
4. Bagaimana Teknis Pelaksanaan TKA SD 2026?
TKA dilaksanakan dengan sistem berbasis komputer. Satuan pendidikan menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan, seperti komputer, listrik, jaringan, serta petugas pelaksana sesuai ketentuan penyelenggaraan.
Rangkaian kegiatan TKA SD 2026 meliputi pendaftaran, simulasi, gladi bersih, pelaksanaan utama, pelaksanaan susulan, pengolahan hasil, dan pengumuman hasil.
| Kegiatan | Jadwal 2026 |
|---|---|
| Pendaftaran | 19 Januari–28 Februari 2026 |
| Simulasi | 2–8 Maret 2026 |
| Gladi bersih | 9–17 Maret 2026 |
| Pelaksanaan TKA | 20–30 April 2026 |
| Pelaksanaan susulan | 11–19 Mei 2026 |
| Pengolahan hasil | 20–24 Mei 2026 |
| Pengumuman hasil | 26 Mei 2026 |
Catatan: jadwal di atas merupakan rekap pelaksanaan TKA SD 2026, bukan jadwal yang masih akan datang.
5. Apa Saja Mata Pelajaran TKA SD 2026?
Untuk jenjang SD/MI/sederajat, terdapat dua mata pelajaran TKA:
- Bahasa Indonesia
- Matematika
Tidak terdapat mata pelajaran pilihan untuk jenjang SD.
6. Berapa Jumlah Soal dan Waktu TKA SD 2026?
Pada pelaksanaan TKA SD dan SMP 2026, setiap mata pelajaran terdiri atas 30 soal dengan alokasi waktu 75 menit.
| Mata Pelajaran | Jumlah Soal | Waktu |
|---|---|---|
| Matematika | 30 soal | 75 menit |
| Bahasa Indonesia | 30 soal | 75 menit |
| Total | 60 soal | 150 menit |
Jika dihitung sebagai rata-rata sederhana, peserta memiliki sekitar 2,5 menit untuk setiap soal. Namun, waktu pengerjaan tidak berarti setiap soal harus dikerjakan tepat 2,5 menit karena tingkat kesulitan dan bentuk soal dapat berbeda.
7. Apa Saja Bentuk Soal TKA SD?
TKA tidak hanya menggunakan pilihan ganda dengan satu jawaban.
1. Pilihan Ganda
Soal memiliki satu jawaban yang benar.
2. Pilihan Ganda Kompleks Multiple Correct Answer (MCMA)
Pada bentuk ini terdapat lebih dari satu jawaban benar dan peserta harus memilih semua jawaban yang benar.
3. Pilihan Ganda Kompleks Kategori
Peserta diminta mengklasifikasikan beberapa pernyataan ke dalam kategori tertentu, misalnya benar/salah atau sesuai/tidak sesuai.
Karena itu, persiapan TKA sebaiknya tidak hanya menggunakan latihan pilihan ganda konvensional, tetapi juga membiasakan murid membaca informasi, menganalisis pernyataan, dan menentukan jawaban sesuai format soal.
8. Apakah TKA SD Sama dengan Literasi dan Numerasi pada AN?
Tidak persis sama. TKA mengukur kompetensi mata pelajaran tertentu, sedangkan AN digunakan untuk evaluasi sistem pendidikan.
Soal TKA tetap dapat menggunakan konteks kehidupan sehari-hari dan mengukur kemampuan memahami, mengaplikasikan, bernalar, serta memecahkan masalah sesuai kompetensi mata pelajaran.
9. Kisi-Kisi TKA Matematika SD
Secara umum, kerangka asesmen TKA Matematika SD mencakup tiga kelompok utama:
A. Bilangan
- Bilangan rasional.
- Pecahan dan pecahan senilai.
- Perbandingan dan pengurutan pecahan.
- Desimal dan persentase.
- Operasi bilangan cacah.
- Operasi pecahan.
- Kelipatan dan faktor.
- KPK dan FPB.
B. Geometri dan Pengukuran
- Bangun datar.
- Bangun ruang.
- Konstruksi bangun ruang.
- Visualisasi spasial.
- Pengukuran.
- Hubungan antarsatuan.
C. Data
- Penyajian data.
- Gambar dan piktogram.
- Diagram batang.
- Tabel frekuensi.
- Membaca informasi dari data.
- Menggunakan data untuk menyelesaikan masalah.
10. Kisi-Kisi TKA Bahasa Indonesia SD
TKA Bahasa Indonesia SD berfokus pada keterampilan membaca dengan bahan bacaan berupa teks informasi dan teks fiksi.
A. Pemahaman Tekstual
- Mengidentifikasi informasi tersurat.
- Mengidentifikasi kosakata.
- Mengidentifikasi objek berdasarkan informasi dalam teks.
- Menyusun kembali informasi.
- Menemukan informasi penting.
B. Pemahaman Inferensial
- Menyimpulkan ide pokok.
- Menentukan gagasan pendukung.
- Menyimpulkan amanat.
- Menentukan karakter tokoh.
- Menyimpulkan peristiwa.
- Menentukan makna ungkapan berdasarkan konteks.
C. Evaluasi dan Apresiasi
- Menilai relevansi suatu peristiwa dengan kehidupan sehari-hari.
- Menilai kesesuaian antarunsur atau antarinformasi.
- Menyimpulkan respons terhadap unsur tertentu dalam teks fiksi.
11. Apakah TKA SD Menggunakan Kurikulum Merdeka atau Kurikulum 2013?
TKA tidak membuat soal berbeda berdasarkan pilihan kurikulum sekolah. Kerangka asesmen mempertimbangkan materi dan kompetensi yang berlaku dalam Kurikulum Merdeka maupun Kurikulum 2013.
12. Apa yang Sebaiknya Dipersiapkan Murid?
Untuk Matematika
- Memahami konsep, bukan hanya menghafal rumus.
- Melatih perhitungan dan pemecahan soal cerita.
- Membaca tabel dan diagram.
- Memilih strategi penyelesaian.
- Melatih penalaran dan memeriksa kembali jawaban.
Untuk Bahasa Indonesia
- Membaca teks dengan teliti.
- Menemukan informasi tersurat.
- Menentukan ide pokok dan gagasan pendukung.
- Menarik kesimpulan.
- Memahami makna kata berdasarkan konteks.
- Mengevaluasi isi bacaan.
Murid juga sebaiknya berlatih dengan berbagai bentuk soal, termasuk pilihan ganda, MCMA, dan pilihan ganda kompleks kategori.
Kesimpulan
TKA SD 2026 bukanlah Ujian Nasional yang dihidupkan kembali. TKA merupakan asesmen terstandar yang dirancang untuk memberikan informasi mengenai capaian akademik murid secara lebih objektif dan terukur. TKA juga tidak menjadi penentu kelulusan dari sekolah.
Untuk jenjang SD/MI/sederajat, TKA mencakup Bahasa Indonesia dan Matematika. Pada pelaksanaan 2026, masing-masing mata pelajaran terdiri atas 30 soal dengan alokasi waktu 75 menit. Bentuk soal dapat mencakup pilihan ganda, pilihan ganda kompleks dengan lebih dari satu jawaban benar (MCMA), dan pilihan ganda kompleks kategori.
Persiapan yang baik sebaiknya menggabungkan pemahaman konsep, latihan soal, kemampuan membaca informasi, penalaran, dan pemecahan masalah.
Sumber informasi:
- Pusat Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen – informasi dan kerangka TKA.
- Kemendikdasmen – informasi penyelenggaraan TKA dan AN tahun 2026.
- Dokumen kerangka asesmen TKA SD/MI dan SMP/MTs.